(Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2018 sebagai partisipasi
pada Program Kreativitas Mahasiswa skema GFK oleh Kemenristekdikti RI)*
Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=5Y2SJgVkZSg
Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=5Y2SJgVkZSg
SINOPSIS
Dewasa ini, Fenomena kenakalan remaja di Indonesia semakin menunjukkan
peningkatan kearah destruktif sehingga akan meresahkan kehidupan
bermasyarakat baik dalam lingkup kecil maupun luas. Contoh dari
kenakalan remaja yang saat ini berkembang adalah konsumsi Narkoba,
tawuran antar sekolah, pelecehan seksual, pencurian & perampokan
barang mewah, seks bebas, hingga konflik SARA. Beberapa faktor penyebab
kenakalan remaja yaitu adanya sifat genetik yang diturunkan oleh orang
tua serta pengaruh lingkungan pergaulan. Perkembangan tentang dinamika
remaja itu sendiri sangat diperlukan bagi orang tua dan pendidik yang
banyak berhubungan dengan mereka terutama dengan pesatnya arus
globalisasi yang terus berkembang dewasa ini. Oleh karena itu sudah
saatnya seluruh elemen terkait yaitu Pemerintah, Guru, Orang Tua, dan
Masyarakat menyatukan langkah untuk memahami, mengelola, serta mengajak
remaja mengembangkan diri secara positif dan konstruktif sehingga di
masa mendatang mereka dapat tumbuh menjadi generasi muda yang dewasa,
matang, dan berkualitas dengan menanamkan nilai Pancasila dalam
menghadapi setiap permasalahan hidup. Dengan munculnya berbagai
permasalahan kenakalan remaja dewasa ini maka sangatlah diperlukan
Revitalisasi Pendidikan Moral Pancasil pada Pendidikan Formal. PMP
merupakan mata pelajaran yang diajarkan disekolah sejak tahun 1975. PMP
mengandung substansi kurikulum berupa Pedoman, Penghayatan, dan
Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila (P4). Dikala itu, PMP berfungsi sebagai
replacement terhadap mata pelajaran PKn yang telah masuk dalam
kurikulum sekolah sejak tahun 1968.
Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi landasan dan
pedoman bagi remaja dalam menjalankan aktivitasnya. Ketika disibukkan
dengan berbagai aktivitas disekolah maupun masyarakat, remaja diharapkan
mampu mengimplementasi nilai-nilai Pancasila secara kontinu dan
menyeluruh sehingga fungsi Pancasila itu sendiri tidak hanya menjadi
bahan ajar yang berisi teori semata. Tujuan dari penerapan Pendidikan
Pancasila disekolah adalah untuk menjadi pedoman bagi remaja agar mampu
menerapkan sila-sila Pancasila, diantaranya menjadi pribadi yang beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan YME dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
toleransi dalam multikulturalisme bangsa Indonesia, Menjadi manusia yang
menjunjung tinggi nilai-nilai Kemanusiaan dalam kehidupan sehingga
mampu menjadi pribadi yang beradap, menjunjung tinggi nilai Persatuan
bangsa dengan menghargai setiap perbedaan bangsa yang sudah tercipta
menjadi sebuah historis dan akan tercipta dimasa depan melalui
perkembangan teknologi mutakhir, Menerapkan musyawarah mufakat maupun
voting dalam memutuskan suatu kebijakan dalam berorganisasi, dan
menerapkan keadilan dalam pengambilan sebuah keputusan maupun keadilan
dalam menjalankan sebuah wewenang yang dibebankan sehingga akan
mencerminkan dampak positif bagi kehidupan sosial. Secara
berkesinambungan apabila tujuan penerapan Pendidikan Pancasila sudah
terwujud maka remaja akan merasakan manfaat terutama bagi diri sendiri
dan lebih luas kepada orang lain disekitarnya. Manfaat yang didapat
diantaranya, Terbentuknya karakter remaja yang bermartabat dalam
menjunjung harga diri sehingga akan memperkuat nilai integritas,
Terhindarnya remaja dari perbuatan negatif yang akan merugikan diri
sendiri, Terciptanya remaja yang sadar akan potensi dan minat yang
dimiliki untuk dikembangkan dimasa depan sehingga akan terarah dan
terhindar dari kegagalan meraih cita-cita. Dengan banyaknya manfaat yang
didapatkan remaja ketika mengimplementasi nilai-nilai luhur Pancasila
dalam kehidupan sehari-hari maka sangatlah nyata pentingnya
revitalisasi mata pelajaran PMP di lingkup pendidikan formal. Jika hal
itu dapat diwujudkan, maka setiap remaja akan terselamatkan dari
berbagai ancaman yang sifatnya destruktif dan mewujudkan cita-cita yang
konstruktif.
Terima kasih,
Majulah Pemuda Indonesia,
Ciptakan Perubahan Besar Bagi Kemajuan Indonesia.
Terima kasih,
Majulah Pemuda Indonesia,
Ciptakan Perubahan Besar Bagi Kemajuan Indonesia.
(Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2018 sebagai partisipasi
pada Program Kreativitas Mahasiswa skema GFK oleh Kemenristekdikti RI)*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar