Sabtu, 02 Mei 2020

Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja dengan Revitalisasi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) pada Pendidikan Formal

(Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2018 sebagai partisipasi pada Program Kreativitas Mahasiswa skema GFK oleh Kemenristekdikti RI)*


Link Video : https://www.youtube.com/watch?v=5Y2SJgVkZSg

SINOPSIS 
Dewasa ini, Fenomena kenakalan remaja di Indonesia semakin menunjukkan peningkatan kearah destruktif sehingga akan meresahkan kehidupan bermasyarakat baik dalam lingkup kecil maupun luas. Contoh dari kenakalan remaja yang saat ini berkembang adalah konsumsi Narkoba, tawuran antar sekolah, pelecehan seksual, pencurian & perampokan barang mewah, seks bebas, hingga konflik SARA. Beberapa faktor penyebab kenakalan remaja yaitu adanya sifat genetik yang diturunkan oleh orang tua serta pengaruh lingkungan pergaulan. Perkembangan tentang dinamika remaja itu sendiri sangat diperlukan bagi orang tua dan pendidik yang banyak berhubungan dengan mereka terutama dengan pesatnya arus globalisasi yang terus berkembang dewasa ini. Oleh karena itu sudah saatnya seluruh elemen terkait yaitu Pemerintah, Guru, Orang Tua, dan Masyarakat menyatukan langkah untuk memahami, mengelola, serta mengajak remaja mengembangkan diri secara positif dan konstruktif sehingga di masa mendatang mereka dapat tumbuh menjadi generasi muda yang dewasa, matang, dan berkualitas dengan menanamkan nilai Pancasila dalam menghadapi setiap permasalahan hidup. Dengan munculnya berbagai permasalahan kenakalan remaja dewasa ini maka sangatlah diperlukan Revitalisasi Pendidikan Moral Pancasil pada Pendidikan Formal. PMP merupakan mata pelajaran yang diajarkan disekolah sejak tahun 1975. PMP mengandung substansi kurikulum berupa Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila (P4). Dikala itu, PMP berfungsi sebagai replacement terhadap mata pelajaran PKn yang telah masuk dalam kurikulum sekolah sejak tahun 1968. Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang menjadi landasan dan pedoman bagi remaja dalam menjalankan aktivitasnya. Ketika disibukkan dengan berbagai aktivitas disekolah maupun masyarakat, remaja diharapkan mampu mengimplementasi nilai-nilai Pancasila secara kontinu dan menyeluruh sehingga fungsi Pancasila itu sendiri tidak hanya menjadi bahan ajar yang berisi teori semata. Tujuan dari penerapan Pendidikan Pancasila disekolah adalah untuk menjadi pedoman bagi remaja agar mampu menerapkan sila-sila Pancasila, diantaranya menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dengan menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dalam multikulturalisme bangsa Indonesia, Menjadi manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Kemanusiaan dalam kehidupan sehingga mampu menjadi pribadi yang beradap, menjunjung tinggi nilai Persatuan bangsa dengan menghargai setiap perbedaan bangsa yang sudah tercipta menjadi sebuah historis dan akan tercipta dimasa depan melalui perkembangan teknologi mutakhir, Menerapkan musyawarah mufakat maupun voting dalam memutuskan suatu kebijakan dalam berorganisasi, dan menerapkan keadilan dalam pengambilan sebuah keputusan maupun keadilan dalam menjalankan sebuah wewenang yang dibebankan sehingga akan mencerminkan dampak positif bagi kehidupan sosial. Secara berkesinambungan apabila tujuan penerapan Pendidikan Pancasila sudah terwujud maka remaja akan merasakan manfaat terutama bagi diri sendiri dan lebih luas kepada orang lain disekitarnya. Manfaat yang didapat diantaranya, Terbentuknya karakter remaja yang bermartabat dalam menjunjung harga diri sehingga akan memperkuat nilai integritas, Terhindarnya remaja dari perbuatan negatif yang akan merugikan diri sendiri, Terciptanya remaja yang sadar akan potensi dan minat yang dimiliki untuk dikembangkan dimasa depan sehingga akan terarah dan terhindar dari kegagalan meraih cita-cita. Dengan banyaknya manfaat yang didapatkan remaja ketika mengimplementasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maka sangatlah nyata pentingnya revitalisasi mata pelajaran PMP di lingkup pendidikan formal. Jika hal itu dapat diwujudkan, maka setiap remaja akan terselamatkan dari berbagai ancaman yang sifatnya destruktif dan mewujudkan cita-cita yang konstruktif.

Terima kasih,
Majulah Pemuda Indonesia,
Ciptakan Perubahan Besar Bagi Kemajuan Indonesia.

(Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2018 sebagai partisipasi pada Program Kreativitas Mahasiswa skema GFK oleh Kemenristekdikti RI)* 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar