Sabtu, 02 Mei 2020

SIMPATRY Sebagai Analisis Dampak Sosial-Ekonomi dan Strategi Futuristik-Implementatif Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

(Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2020 sebagai partisipasi pada Lomba Karya Tulis Mahasiswa rangkaian HUT ke-59 PT.Hutama Karya,Tbk)*


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada dasarnya pembangunan di Indonesia menekankan pada peningkatan taraf hidup masyarakat melalui dana APBN dan kerjasama dengan pihak swasta. Pemerataan pembangunan terus diupayakan pemerintah dengan jalan memenuhi hak-hak dasar masyarakat melalui program kerjanya.  Salah satu program kerja pemerintah yang penting adalah pembangunan infrastruktur jalan tol. Secara umum tol merupakan singkatan dari Tax On Location, yang memiliki arti bahwa jalan yang digunakan adalah jalan bebas hambatan dan harus membayar terlebih dahulu. Keberadaan jalan tol berfungsi untuk menghubungkan suatu daerah dengan daerah lainnya. Di Indonesia jalan tol sering dianggap sebagai sinonim dari jalan bebas hambatan, meskipun hal ini belum tentu benar secara keseluruhan. Dalam perkembangannya, jalan tol di Indonesia banyak dibangun di pulau-pulau besar. Yang sangat terkenal adalah jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi  (Jagorawi) yang merupakan jalan tol pertama di Indonesia (dibangun pada tahun 1978). Saat ini Indonesia telah memiliki 53 jalan tol. Jumlah jalan tol ini akan  bertambah melalui pembangunan infrastruktur yang direncanakan oleh pemerintah. Salah satu jalan tol yang masih dalam tahap pembangunan pada saat ini adalah jalan tol lintas Sumatra. Jalan tol tersebut akan dibangun sejauh 2974 kilometer, dengan pembangunan Koridor utama panjangnya mencapai 2.046 km dan koridor pendukung 928 km. dimulai dari Provinsi Lampung sampai Provinsi Aceh. Mengutip data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), saat ini setidaknya sudah ada 763 km tol Trans Sumatera yang tengah dibangun. Sepanjang 413 km di antaranya tercatat sudah beroperasi penuh. Ruas-ruas yang saat ini masih belum beroperasi atau dikerjakan sebagian seksinya di antaranya Kayu Agung-Palembang-Betung, Pekanbaru-Dumai, Medan-Binjai, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Sigli-Banda Aceh, Indrapura-Kisaran, dan Pekanbaru-Padang (segmen Padang-Sicincin). Ruas-ruas tersebut mayoritas ditargetkan beroperasi tahun ini dan sisanya di 2021.
Diperkirakan pembangunan tol Trans Sumatera  akan membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Dampak positif pembangunan jalan tol Trans Sumatera diantaranya mampu mempercepat mobilisasi kendaraan., Dapat menyerap tenaga kerja pada saat proses pembangunannya sehingga dapat mengurangi pengangguran. Sedangkan beberapa dampak negatif diantaranya Dapat mengurangi daerah resapan air dikarenakan banyaknya pohon yang ditebang untuk pembangunan jalan tol, Berkurangnya lahan produktif yang dimiliki masyarakat sehingga berpengaruh terhadap perolehan penghasilan, Terjadinya pro dan kontra antara pemerhati masalah lingkungan dan pihak pengelola jalan tol trans Sumatera (Koran-Sindo, 2016). Selain dampak positif dan negatif sebagaimana dijelaskan diatas ada juga dampak lain yang juga mungkin timbul dan dapat mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Dengan keberadaan jalan tol maka waktu tempuh akan lebih cepat sehingga masyarakat menjadi individualis terhadap lingkungan sekitarnya, dan dapat meningkatkan jumlah kendaraan pribadi karena kemudahan aksesibilitas jalan.
Pembangunan jalan tol Trans Sumatera diharapkan dapat menjadi salah satu solusi atas permasalahan perekonomian masyarakat yang ada di sekitar jalan tol,diantaranya adalah memberikan kemudahan akses jalan dan dampak positif bagi keberlangsungan kegiatan


distribusi barang dan jasa yang lebih baik. Sehubungan dengan hal itu maka peran masyarakat juga dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol tersebut, yaitu dengan ikut menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan secara langsung maupun tidak langsung. Masyarakat dalam melakukan perannya wajib berhubungan dengan penyelenggaran jalan tol di tiap-tiap tingkatan (Nasional, Provinsi, Kabupaten, Kota, dan Desa) melalui unit yang berfungsi melayani peran masyarakat dalam penyelenggaraan jalan tol (Appe, 2013).
Dengan adanya dampak positif dan  negatif dalam  sosial-ekonomi pembangunan jalan Tol Trans Sumatera maka dibutuhkan strategi futuristik untuk memanfaatkan peluang dari dampak yang terjadi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan memberikan insight bagi pemangku kepentingan. Strategi tersebut harus dijabarkan kedalam tahapan/langkah yang terorganisir untuk diimplementasi menjadi realita.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana dampak sosial-ekonomi pembangunan jalan tol Trans Sumatera 
terhadap kesejahteraan  masyarakat setempat ?

2. Bagaimana strategi futuristik dalam memanfaatkan dampak  pembangunan
Jalan Tol Trans Sumatera oleh pihak terkait ?

3. Bagaimana Langkah/Tahapan diambil untuk mengimplementasi strategi
futuristik yang telah dibuat ?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Menjelaskan dan mengkaji dampak sosial-ekonomi pembangunan jalan tol Trans
Sumatera terhadap kesejahteraan masyarakat setempat

2. Menjelaskan dan mengkaji strategi futuristik dalam memanfaatkan dampak
Untuk menciptakan peluang oleh pihak terkait

3. Menjelaskan dan mengkaji Tahapan/Langkah yang diambil untuk mengimplementasi
strategi futuristik yang telah dipaparkan

1.4 Manfaat Penelitian


Diharapkan karya tulis ini dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi para pemangku kepentingan untuk mempersiapkan dan membina masyarakat dalam menghadapi dampak sosial-ekonomi pembangunan jalan tol Trans Sumatera dengan mengimplementasi strategi futuristik untuk meraih peluang terbaik dimasa depan.


BAB II
METODE PENELITIAN

1.1 Sumber Data

Dalam karya tulis ini seluruh analisis dijelaskan dengan menggunakan  metode studi pustaka melalui data sekunder berupa dokumen yang diperoleh (dengan ketentuan) dari data publikasi. Sumber dari studi pustaka ini bervariasi dari buku, jurnal, berita yang berasal dari media internasional maupun nasional. Sebagian besar data di dalam karya tulis ini menggunakan data yang berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, PT. Hutama Karya Tbk, Badan Pusat Statistik, dan studi literatur.

1.2 Analisis Data

Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Sumber data yang telah diperoleh dianalisis berdasarkan fakta yang ada dan dikembangkan sesuai dengan analisis pemikiran yang digambarkan dalam kerangka konseptual penulisan. Analisis data diperlukan untuk menunjukan uraian dan deskriptif dari data sebagai sumber informasi terkait permasalahan yang diangkat serta gagasan solutif yang ditawarkan.

1.3 Studi Literatur

Dalam penulisan ini dilakukan sebuah studi literatur sebagai penegas kerangka konseptual yang dikemabngkan. Menurut Nazir (2003) menyebutkan bahwa studi literatur menekuni dan menalaah sebuah literatur tanpa memperdulikan apakah penelitian literatur yang digunakan dilakukan menggunakan data sekunder maupun primer. Studi Literatur diperlukan dalam mendukung sumber data yang dianalisis, sehingga memperoleh uraian yang relevan atas data yang diperoleh. Studi Literatur sebagai bagian dalam pengembangan pemikiran konseptual pemecahan masalah yang diangkat.

1.4 Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan dilakukan setelah analisis data dan sumber informasi lain  terkait telah dilakukan, sehingga kerangka pemikiran sesuai dengan kerangka  konseptual. Penarikan kesimpulan bertujuan untuk memberikan kejelasan terhadap rumusan masalah yang diangkat serta rekomendasi atas uraian pemecahan masalah tersebut. Kesimpulan merupakan langkah akhir dalam menarik titik temu  permasalahan yang diangkat sesuai dengan data dan informasi tekait sebagai  pendukung kesimpulan akhir.

1.5 Justifikasi Strategi

Strategi yang diajukan telah mempertimbangkan tingkat cost and benefit serta hambatan dan dorongannya setelah strategi tersebut diterapkan. Tujuan analisis ini adalah untuk menunjukan bahwa strategi yang diajukan bersifat applicable bagi keberlanjutan kesejahteraan hidup masyarakat setempat ketika pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera selesai berjalan.


       BAB III

PEMBAHASAN


3.1 Tinjauan Teoritis terkait  Jalan Tol


Berdasarkan UU No. 38/2004 tentang Jalan,Pasal 44 dijelaskan bahwa Jalan tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan untuk membayar. Pembangunan jalan tol dilakukan untuk memperlancar lalu lintas didaerah yang telah berkembang, meningkatkan hasil guna dan daya guna pelayanan distribusi barang dan jasa untuk menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi, meringankan beban pemerintah melalui partisipasi pengguna jalan, dan meningkatkan pemerataan hasil pembangunan dan keadilan. Manfaat strategis lainnya dari pembangunan jalan tol yakni membuka lapangan kerja skala besar, meningkatkan penggunaan sumber daya dalam negeri, seperti industri semen, baja dan jasa konstruksi, Mendorong kembalinya fungsi intermediasi perbankan ke sektor investasi produktif demi terciptanya pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia, meningkatkan kegiatan ekonomi di daerah yang dilalui jalan tol sebagai pendorong PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), dan memperlancar kegiatan ekspor. Pembangunan jalan tol juga akan memacu kebangkitan sektor riil dengan terjadinya multiplier effect bagi perekonomian nasional. Jadi dapat disimpulkan jalan tol adalah jalan umum yang kepada pemakainya dikenakan kewajiban membayar dan merupakan jalan alternatif untuk jalan lintas dan jalan umum yang telah ada. Jalan tol diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan efisiensi pelayanan disribusi barang dan jasa guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan perkembangan wilayah dengan memperhatikan rencana induk jaringan jalan.
Berdasarkan Undang-undang No. 38/2004 tentang Jalan, dinyatakan bahwa wewenang penyelenggaraan jalan tol berada pada pemerintah yang meliputi pengaturan, pembinaan, pengusahaan, dan pengawasan (Pasal 45 (1&2). Pengusahaan jalan tol dilaksanakan dengan maksud untuk mempercepat perwujudan jaringan jalan bebas hambatan sebagai bagian dari jaringan jalan nasional dan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara dan/atau Badan Usaha Milik Daerah dan/atau Badan Usaha Milik Swasta. Pemerintah melaksanakan pengadaan lahan untuk pembangunan jalan tol bagi kepentingan umum dengan menggunakan dana yang berasal dari pemerintah dan/atau badan usaha. Investasi dengan pembangunan jalan tol baru akan menyediakan transportasi yang lebih efisien dan memacu investasi sektor lain yang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan.

3.2 Latar Belakang Pembangunan Jalan Tol  Lintas Trans Sumatera

Pada tanggal 20 Februari 2012, Menteri Badan Usaha Milik Negara (Dahlan Iskan) mengadakan sebuah pertemuan dengan para Gubernur yang ada di seluruh Sumatera di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan. Pertemuan ini membahas tentang percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera. Dalam pertemuan tersebut juga hadir Deputi Kementerian BUMN bidang infrastruktur (Sumaryanto), Direktur Utama PT Jasa Marga (Adityawarman), dan Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga (Abdul Hadi) (KPPIP.go.id, 2016). Dikarenakan secara ekonomi pembangunan jalan tol di Sumatera masih terlalu berat, serta kurang diminati oleh investor, maka awalnya hanya disepakati untuk membangun perusahaan terlebih dahulu, lalu kemudian pembiayaannya ditanggung oleh Jasa Marga dan setiap Pemda yang ada di Sumatera. Pembagian tugasnya adalah, Pemda membebaskan tanah dan mencadangkan sejumlah lahan di sepanjang jalan tol untuk sebuah proyek bisnis pada masa depan yang akan dikelola bersama (Afriyadi, 2014).
Pada tahun 2014, Presiden RI (Susilo Bambang Yudhoyono) mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera. Dalam Perpres ini dinyatakan sebagai langkah awal akan diupayakan terciptanya pembangunan jalan tol di Sumatera dan akan dilaksanakan pembangunan jalan tol pada empat ruas, yang meliputi ruas Medan- Binjai, ruas Palembang-Simpang Indralaya, ruas Pekanbaru-Dumai, dan ruas Jalan Tol Trans Sumatera.Kemudian pada tahun 2015, Presiden RI (Joko Widodo) melakukan revisi terhadap peraturan jalan tol Sumatra tersebut dengan peraturan baru, yaitu Undang-undang Nomor 117 Tahun 2015. Dalam Perpres tersebut terdapat penambahan ruas-ruas jalan tol baru lainnya yang akan digarap, meliputi ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang, ruas Pematang Panggang-Kayuagung, ruas Kisaran-Tebing Tinggi, serta ruas Tol Palembang- Tanjung Api-Api (KemenPUPR, 2015). Sebagian besar ruas Tol Trans Sumatera yang digarap akan dilakukan serta dikelola oleh BUMN, yaitu PT.Hutama Karya (Persero) melalui skema penugasan. Pada tanggal 23 Agustus 2016, Menteri PUPR (Basuki Hadimuljono) menerbitkan Surat Keputusan tentang penugasan kepada PT. Hutama Karya untuk membangun tiga ruas Tol Trans Sumatera tambahan, yaitu Banda Aceh-Medan (455 km), Padang- Pekanbaru, serta Tebing Tinggi-Parapat (98,5 km) (Puspa, 2016). Mengutip data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) saat ini setidaknya sudah ada 763 km tol Trans Sumatera yang tengah dibangun. Sepanjang 413 km di antaranya tercatat sudah beroperasi penuh. Ruas-ruas yang saat ini masih belum beroperasi atau dikerjakan sebagian seksinya di antaranya Kayu Agung-Palembang-Betung, Pekanbaru-Dumai, Medan-Binjai, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Sigli-Banda Aceh, Indrapura-Kisaran, dan Pekanbaru-Padang (segmen Padang-Sicincin). Ruas-ruas tersebut mayoritas ditargetkan beroperasi tahun ini dan sisanya di 2021. Untuk progress terkini ruas Tol Trans Sumatera terdapat 3 ruas yang sudah beroperasi penuh diantaranya Ruas Bakauheni-Terbanggi (140,7 km) , ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (189,2 km) , ruas Palembang-Indralaya (21,9 km) , ruas Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. (61,7 km).

3.3 Dampak Pembangunan Jalan Tol terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi  Masyarakat


A. Dampak Sosial

Pembangunan jalan tol Trans Sumatera akan memberikan beragam dampak terhadap kehidupan masyarakat disekitarnya, dampak yang akan timbul dalam kehidupan sosial masyarakat diantaranya:
1. Adanya perubahan yang tidak signifikan dalam interaksi sosial yang timbul dalam lingkungan masyarakat setempat karena masyarakat akan cenderung individualistis

Dengan keberadaan jalan tol, waktu yang ditempuh akan lebih cepat sehingga masyarakat menjadi individualis terhadap lingkungan sekitarnya. Jika masyarakat sudah menganut paham idividualistik maka akan sangat bertentangan dengan segala macam aturan dan standar moral yang berlaku di dalam tataran masyarakat. Sikap individualistis ini mengakibatkan mereka enggan bersosialisasi dikehidupan nyata. Mereka hanya dapat berkomunikasi secara pasif tanpa bisa bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya. Akibatnya, kehidupan sosial mereka akan terganggu dan menutup diri dari kehidupan nyata Berkaitan dengan permasalahan diatas terdapat teori yang dapat digunakan untuk menjelaskannya yaitu, teori perilaku sosial. Teori ini mengungkapkan pentingnya suasana saling ketergantungan yang merupakan keharusaan untuk menjamin keberadaan suatu manusia dengan manusia lainnya (Pratiwi, 2001). Jadi dapat disimpulkan, peran masyarakat terhadap pembangunan jalan tol Trans Sumatera sangat diperlukan. Jika masayarakat individualis maka dapat menghambat peran serta masyarakat dalam pembangunan jalan tol Trans Sumatera sehingga masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya dan tidak berperilaku individualis sehingga peran masyarakat dapat berjalan dengan baik.

2. Adanya kemudahan interaksi dan pertukaran budaya dengan masyarakat luar, serta peningkatan judgement terhadap level kemajuan pembangunan Pulau Sumatera akibat adanya Jalan Tol dari perspektif masyarakat asing.

Dengan adanya jalan tol masyarakat dapat bertukar budaya dengan masyarakat yang lainnya sehingga masyarakat tradisional menjadi lebih modern. Dengan adanya pembangunan jalan tol, masyarakat dari luar Pulau Sumatera dapat dengan mudah datang dan pergi untuk bertukar pikiran, pengetahuan, dan pengalaman. Masyarakat diharapkan dapat menyaring budaya yang masuk dan berkembang di wilayahnya supaya tidak terjadi penyimpangan budaya. Masyarakat  yang mengalami perubahan kebiasaan (dari desa ke kota) berkaitan erat dengan masyarakat transisi. Hubungan kelompok masyarakat transisi terhadap kelompok masyarakat lain memiliki pola yang tidak pasti. Dengan adanya kunjungan orang daerah lain yang melintasi jalan to tersebut akan pula meningkatkan judgement terhadap kemajuan pembangunan di Pulau Sumatera sehingga akan meningkatkan citra dan namabaik Pulau Sumatera dimata penduduk daerah lain dan bahkan masyarakat asing. Dengan adanya peningkatan citra suatu daerah akan memantik minat orang daerah lain untuk berkunjung dan berwisata di Pulau Sumatera yang secara jangka panjang akan menguntungkan dari sisi peningkatan pendapatan daerah. Oleh karena itu sudah selayaknya Pemerintah daerah dan masyarakat setempat mendukung penuh pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Berkaitan dengan permasalahan diatas terdapat teori yang dapat digunakan untuk menjelaskannya yaitu teori pertukaran sosial. Berdasarkan teori ini, kita memasuki hubungan pertukaran dengan orang lain karena dengan itu hubungan kita dapat memperoleh suatu imbalan. Teori ini melihat hubungan antara perilaku dengan lingkungan atau wilayah, dan hubungan yang saling mempengaruhi (Mankoma, 2013). Jadi dapat disimpulkan, pembangunan jalan tol Trans Sumatera dapat memudahkan interaksi suatu kelompok masyarakat dengan kelompok lainnya karena kemudahan akses jalan tersebut. Daerah di sekitar jalan tol akan sangat cepat mendapat dampak budaya asing dari luar daerah karena wilayahnya yang sangat berdekatan dengan spot-centre menjadi tempat pertama yang dikunjungi masyarakat pendatang sehingga akan membawa dampak pertukaran budaya yang lebih cepat dibandingkan dengan wilayah lainnya serta akan meningkatkan citra daerah dengan adanya judgement terhadap kemajuan pembangunan di Pulau Sumatera.

3. Berkurangnya kesenjangan ekonomi dan Meningkatnya pemerataan pembangunan.

Pembangunan infrastruktur merupakan upaya yang dilakukan negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia. Selama kurun waktu yang cukup panjang pembangunan infrastruktur telah menghasilkan berbagai kemajuan yang cukup berarti namun sekaligus juga mewariskan berbagai permasalahan yang mendesak untuk ditangani. Permasalahan tersebut diantaranya masih terdapatnya disparitas atau ketimpangan antar daerah. Pembangunan ekonomi di masa lalu telah mengubah struktur ekonomi secara mengesankan dan mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Namun, perubahan struktur ekonomi ini hanya terjadi pada tingkat nasional, sedangkan pada tingkat daerah secara agregat relatif stagnan, terutama daerah-daerah di luar pulau Jawa. Ini berarti bahwa peranan dan partisipasi daerah dalam pembangunan ekonomi nasional belum optimal. Salah satu upaya negara untuk mengurangi ketimpangan antar daerah/wilayah tentunya melalui pemerataan pembangunan pada daerah-daerah. Pembangunan regional merupakan bagian integral dalam pembangunan nasional. Dengan demikian diharapkan hasil pembangunan akan dapat terdistribusi dan teralokasi ke tingkat regional. Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera menjadi salah satu upaya untuk mengurangi kesenjangan ekonomi dan meningkatkan Pemerataan pembangunan diseluruh pulau.

4. Adanya alih profesi beberapa jenis profesi seperti Petani, Pedagang, dan Budayawan untuk pemanfaatan keberadaan Jalan Tol sebagai peluang lapangan kerja sesuai daya dukung yang tersedia.

Pembangunan jalan tol akan menimbulkan alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan ini akan mendorong terjadinya perubahan profesi bagi seseorang apabila lahan yang dialihfungsikan sebelumnya adalah area produktif seperti sawah, kebun, kolam ikan, dan lain-lain. Sudah menjadi keharusan bagi penduduk yang mempunyai lahan dan terdampak akibat pembangunan jalan tol ini untuk meningkatkan kemampuan dan ilmu lain yang berhubungan dengan profesi baru yang akan ditekuni agar mampu bertahan hidup dimasa depan. Beberapa profesi baru yang dapat ditekuni adalah Pedagang handicraft/kuliner/pakaian, Bisnis Online, Investasi Saham, Budayawan, Social Media Influencer, Youtuber, Blogger, dan lain-lain. Dalam proses peralihan dan adaptasi dari penduduk terdampak akibat berubahnya profesi mereka dalam hal ini peran dan bimbingan dari Pemerintah sangatlah diperlukan untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan pengalokasian sesuai dengan minat dan bakat dari penduduk terdampak tersebut. Sebagai contohnya bagi penduduk terdampak yang awalnya mempunyai lahan produktif namun harus tergusur dan mendapatkan ganti rugi dari Pemerintah, maka penduduk tersebut dapat memanfaatkan uang yang didapat untuk mengelola bisnis yang sama namun dilain tempat atau mengelola bisnis yang berbeda namun tetap ditempat yang sama. Penduduk terdampak diharuskan mempunyai pertimbangan dan penilaian yang matang untuk dapat mengelola keuangan yang dimiliki ketika akan memutuskan untuk terjun ke profesi barunya sehingga uang yang dimiliki tidak akan bernilai sia-sia.

5. Adanya perubahan gaya hidup masyarakat setempat dalam hal cara berpakaian, preferensi tempat pembelian produk, preferensi kepemilikan kendaraaan bermotor, serta preferensi dalam pemanfaatan barang elektronik.
Perubahan gaya hidup adalah salah satu dampak yang tidak bisa dihindari dengan adanya pembangunan Jalan Tol. Beberapa perubahan gaya hidup yang terjadi diantaranya dalam hal cara berpakaian, preferensi tempat pembelian produk, preferensi kepemilikan kendaraaan bermotor, serta preferensi dalam pemanfaatan barang elektronik. Masyarakat terdampak diharapkan dapat menerapkan perubahan gaya hidup dengan tetap berpegang teguh pada norma dan etika yang berlaku serta bijaksana dalam menghadapi perubahan gaya hidup yang terjadi. Sikap memfilter gaya hidup adalah upaya penting yang harus dilakukan masyarakat terdampak agar tetap mampu menjaga keselarasan norma tatanan hidup, menjaga nilai-nilai luhur yang telah melekat, serta mampu berpikir jangka panjang dalam menyikapi arus teknologi informasi yang masuk demi terciptanya kehidupan yang positif dan berkelanjutan.

6. Adanya peluang pengembangan budaya dan kesenian lokal dengan terselenggaranya expo /atraksi budaya/pentas seni/ yang ditampilkan pada Megatron atau secara live perform ditempat-tempat strategis sekitar jalan Tol sehingga akan mengangkat citra positif pelestarian budaya yang menginspirasi masyarakat daerah lain.

.
Pembangunan jalan tol diharapkan akan mampu meningkatkan rasa cinta masyarakat lokal terhadap seni, budaya, dan tradisi yang ada serta mampu memanfaatkan momentum pelestarian budaya itu untuk mendatangkan pundi-pundi uang. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan peran strategis Pemerintah dan Perusahaan. Melalui penyelenggaraan expo /atraksi budaya/pentas seni/ yang ditampilkan pada Megatron atau secara live perform adalah cara untuk melestarikan budaya bagi penduduk lokal serta memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luar daerah yang melintas dijalan Tol. Cara ini akan menimbulkan efek multiplayer karena selain pelestarian seni budaya sebagai tujuan utama akan timbul peningkatan pendapatan daerah sebagai tujuan pendukung serta peningkatan pendapatan/kesejahteraan masyarakat setempat dengan terwujudnya peningkatan pendapatan daerah tersebut.

B. Dampak Ekonomi
1. Adanya alih fungsi lahan dengan ganti rugi yang optimal dan bermanfaat bagi  kelancaran arus distribusi produk hasil panen milik Petani

Alih  fungsi  lahan  atau  lazimnya  disebut  sebagai  konversi  lahan  adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula, perubahan ini membawa dampak negatif terhadap lingkungan dan potensi lahan itu sendiri. Pembangunan jalan tol tersebut akan melintasi kawasan pertanian dan perkebunan yang dikelola oleh masyarakat. Secara tidak langsung pembangunan tersebut mengakibatkan lahan pertanian dan perkebunan menjadi tidak produktif lagi dan dapat mempengaruhi penghasilan mereka. Karena itu, pengelola jalan tol diwajibkan untuk mengganti kerugian para petani yang terkena dampak penggusuran jalan tol Trans Sumatera dengan layak sehingga petani tidak dirugian secara materi dengan keberadan jalan tol tersebut (Murdaningsih, 2015). Berkaitan dengan permasalahan diatas terdapat teori yang dapat digunakan untuk menjelaskannya, yaitu teori pengembangan wilayah.. Jadi dapat disimpulkan bahwa, alih fungsi lahan yang terjadi karena adanya pembangunan jalan tol Trans Sumatera membawa dampak yang cukup besar bagi para petani, karena kebun dan sawah mereka digusur untuk kepentingan pembanguan tersebut. Dari teori pengembangan wilayah, pembangunan tersebut merupakan kemajuan yang dapat dirasakan oleh para petani. Nantinya dengan adanya akses jalan yang baik, para petani dapat dengan mudah mengirim hasil taninya ke pihak kedua atau pengolah bahan mentah menjadi setengah jadi dan bahkan menjadi bahan setengah jadi menjadi bahan jadi atau siap dijual kekota dan daerah lain sehingga tercipta kemakmuran dari wilayah tersebut.

2. Sebagai sarana mengurangi pengangguran dengan menyerap tenaga kerja setempat sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Yang dimaksud meningkatnya taraf hidup masyarakat adalah meningkatnya kemampuan dalam memenuhi kebutuhan yang sebelumnya tidak terpenuhi dengan cara-cara tertentu. Salah satu cara untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat adalah dangan cara memanfaatkan secara maksimal momentum keberadaan jalan tol Trans Sumatera. Masyarakat dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol, pihak penyelenggara pun melaksanakan open recruitment pekerja di sektor-sektor yang dibutuhkan serta terdapatnya peluang bisnis di sektor mikro dan makro untuk masyarakat sekitar jalan tol.


Dalam penyelengaraan jalan tol Trans Sumatera, terdapat proses pembangunan yang sedang berlangsung sehingga membutuhkan tenaga kerja yang sangat banyak. Proyek infrastruktur jalan yang telah dikerjakan saat ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi pembukaan lapangan kerja di beberapa daerah. Setiap proyek diperkirakan dapat menyerap ribuan tenaga kerja dalam proses pengerjaannya. Penyerapan tenaga kerja tidak hanya di sektor konstruksi, tetapi juga pertanian dan industri, termasuk juga jasa dan perdagangan.  Jadi dengan terbukanya lapangan kerja akan mengurangi pengangguran masyarakat setempat sehingga akan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

3. Tumbuhnya peluang usaha jenis baru di sekitar jalan tol sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat setempat untuk menjual produk lokal unggulan dengan basis UMKM ditempat strategis area jalan tol sehingga akan mengganti profesi sebelumnya ke profesi baru yang lebih berdaya guna.

Dalam usaha sektor informal, seperti kedai makanan dan minuman sudah pasti akan tumbuh memenuhi kebutuhan makan para pekerja jalan tol dan mungkin selanjutnya perlu diatur oleh pengelola jalan tol agar para pemasok makanan ini mendapat tempat di rest area di tepi jalan tol setelah pembangunan selesai. Masyarakat yang tidak mendapatkan tempat pada sektor formal akan beralih ke sektor informal yang tidak menuntut banyak keahlian dan pendidikan yang memadai (Dilapanga,2016). Beberapa jenis pekerjaan yang termasuk di dalam sektor informal, salah satunya adalah pedagang kaki lima, seperti warung nasi, penjual rokok, penjual koran dan majalah, penjual makanan kecil dan minuman, dan lain-lainnya. Sektor informal yang ada di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja. Sektor informal merambah semua jenis pekerjaan dan bidang pekerjaan. Kebijakan-kebijakan dalam pengembangan sektor informal perlu dilakukan oleh pemerintah agar sektor informal jauh lebih berperan dalam  perekonomian masyarakat (Ningrum, 2015). Berkaitan dengan permasalahan diatas terdapat teori yang dapat digunakan untuk menjelaskannya, yaitu Teori Pertumbuhan Ekonomi Teori ini menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Jadi dapat disimpulkan, bahwa peran pengusaha sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi disuatu daerah. Dengan adanya jalan tol maka peluang bisnis akan terbuka lebar bagi pengusaha besar seperti pengusaha hotel, pabrik, dan perumahan mewah. Mereka akan bersaing secara sehat dan dapat membuka lapangan kerja yang luas kepada masyarakat sekitar jalan tol. Bahkan bukan hanya pengusaha yang memilki modal besar saja yang dapat berkembang, namun pengusaha kecil di sektor informal pun dapat mencoba peruntungannya, pengusaha kecil di sektor informal akan lebih dahulu tumbuh dan berkembang di wilayah tersebut seiring permintaan konsumen yang tinggi. Hal itu akan Menjadikan kawasan sekitar jalan tol sebagai tempat yang ideal untuk membuka bisnis di semua bidang dan menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu pusat ekonomi daerah yang akan menambah pendapatan daerah.
4. Adanya efisiensi biaya logistik serta peningkatan distribusi barang dan jasa dalam pemenuhan  kebutuhan  masyarakat.

Berkembangnya industri didaerah Sumatera merupakan manfaat yang akan didapat karena adanya kemudahan proses logistik. Dengan pembangunan jalan tol tersebut akan mengurangi biaya dan waktu logistik sehingga akan meningkatkan perkembangan perekonomian. Dengan ekonomi yang berkembang secara otomatis akan meningkatkan pendapatan daerah sehingga dimasa depan daerah akan mengalokasikan dana pembangunan lebih besar dari sebelumnya keberbagai bidang baik itu Pendidikan, Sosial, Budaya, Teknologi Informasi, dan Lingkungan. Dengan berkembangnya seluruh aspek/lini pembangunan, maka akan menjadikan Pertumbuhan industri pulau Sumatera dalam sepuluh tahun kedepan akan mengalahkan pulau Jawa. Kemudahan logistik diharapkan dapat termanfaatkan dengan baik oleh pelaku industri dengan memaksimalkan kualitas produksi dan operasional bisnisnya sehingga akan meningkatkan kepuasan konsumen dalam negeri dan luar negeri bagi perusahaan yang melakukan ekspor.

Secara global tujuan dari adanya jalan tol adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa. Jalan tol merupakan jalan bebas hambatan yang memungkinkan waktu perjalanan menjadi lebih cepat sehingga biaya distribusi barang dan jasa bisa ditekan. Jalan umum banyak sekali memiliki hambatan, seperti kemacetan maupun jalan banyak yang berlubang. Hal tersebut menyebabkan perusahaan merugi karena barang yang terlambat dikirim, apalagi yang muatannya adalah sayur atau buah yang memiliki batas waktu maksimum. Bisa jadi sayur atau buah tersebut sudah membusuk kalau truk yang mengangkut tidak sesuai target waktu dalam mengantarnya. Dalam hal ini, jalan tol mempercepat waktu perjalanan kendaraan, karena akses jalan menjadi mudah atau adanya keterjangkauan daerah. Jika suatu daerah sudah mudah diakses, maka akan menarik para investor untuk berinvestasi disana (Jasa Sipil,2016).

5. Meningkatkan peluang pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan adanya jalan tol ekonomi daerahpun akan naik, pendistribusian barang dan jasa dari suatu daerah ke daerah lain akan menjadi lebih mudah dan menjadi lebih efisien serta cepat, maka pembangunan di tiap daerahpun bisa lebih cepat dan merata. Pertumbuhan ekonomi daerah sangat dipengaruhi oleh kemudahan infrastruktur jalan yang baik. Pembangunan infrastruktur jalan yang  baik akan meningkatkan mobilitas produksi barang dan jasa. Pembangunan infrastruktur yang baik merupakan pondasi penggerak kemajuan ekonomi suatu wilayah yang ditandai dengan tingkat mobilitas yang tinggi sehingga akan memudahkan terjadinya interaksi antara penduduk lokal dengan dunia luar. Pembangunan infrastruktur jalan yang baik dapat memajukan kesejahteraan ekonomi serta meningkatkan tingkat aksesibilitas. Sumber daya alam yang semula tidak termanfaatkan akan terjangkau dan dapat  diolah. Prasarana akses jalan yang baik berperan sebagai alat bantu untuk mengarahkan pembangunan dan sebagai prasarana bagi pergerakan manusia dan atau barang akibat adanya kegiatan ekonomi di daerah tersebut. Sebagai contoh suatu kawasan permukiman baru yang hendak dikembangkan akan sepi peminat apabila di lokasi tersebut tidak disediakan prasarana akses jalan yang baik. Hal sepadan juga terjadi di kawasan permukiman transmigrasi. Suatu kawasan permukiman tidak akan dapat berkembang meskipun fasilitas rumah dan sawah sudah siap pakai jika tidak tersedia prasarana akses jalan yang baik, sehingga hal itu akan mengakibatkan biaya transportasi menjadi sangat tinggi. Jika hal ini dibiarkan maka kawasan pemukiman transmigrasi tersebut tidak akan berkembang. Faktor perkembangan wilayah yakni modal, tenaga kerja, kondisi SDA dan pasar merupakan kesatuan yang saling berkaitan dan nantinya menghasilkan interaksi dalam upaya menciptakan kegiatan ekonomi, sosial maupun politik yang selaras.

6. Meningkatnya konektivitas antar wilayah di Pulau Sumatera sehingga meningkatkan daya dukung pengembangan ekonomi berbasis lokal yang melibatkan masyarakat setempat demi menciptakan kesejahteraan yang luas.
Dengan pembangunan Jalan Tol yang membentang sepanjang Pulau Sumatera dari Selatan Lampung hingga Utara Aceh maka akan menjadi sebuah keuntungan dengan meningkatnya konektivitas antar wilayah di Pulau Sumatera sehingga diharapkan akan meningkatkan pula daya dukung pengembangan ekonomi berbasis lokal yang melibatkan masyarakat setempat demi menciptakan kesejahteraan yang luas. Diharapkan konektifitas yang tercipta akan meluas keberbagai aspek seperti perdagangan, pariwisata, seni-budaya, hingga teknologi informasi. Dengan meningkatnya konektivitas diberbagai lini pembangunan maka akan menciptakan peningkatan ekonomi seluruh wilayah di Pulau Sumatera yang pastinya tidak hanya terfokus pada satu tempat saja sehingga akan terwujud pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan menguntungkan seluruh elemen di Pulau Sumatera.
3.4 Strategi Futuristik Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera

1. Pengembangan ekonomi masyarakat lokal melalui skema UMKM.

UMKM merupakan basis bisnis yang memberikan nilai Produk Domestik Bruto tertinggi secara nasional. Untuk dapat meningkatkan perekonomian masyarakat maka Pemerintah dapat memberikan pelatihan dan pembinaan terkait pengembangan UMKM bagi masyarakat setempat. Lini bisnis yang dapat dikembangkan UMKM diantaranya penjualan pakaian khas daerah, kuliner khas daerah, kerajinan tangan lokal, dan lainnya. Pihak yang terkait dalam mewujudkan rencana ini adalah pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang dapat bekerjasama tanpa kecuali adanya campurtangan pihak swasta untuk dapat memberikan sumbangsih finansial dan operasional.

2. Pengadaan Expo /Atraksi Budaya & Pentas Seni sebagai sarana peningkatan pelestarian warisan leluhur dan peningkatan pendapatan  masyarakat setempat.

Atraksi budaya dan Pentas seni adalah sebuah pertunjukan yang menampilan budaya dan seni daerah kepada publik dengan memanfaatkan instrumen/peralatan sebagai komponen pendukungnya. Melalui expo atraksi seni dan budaya maka akan meningkatkan pelestarian warisan leluhur serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Untuk mewujudkannya diperlukan kolaborasi pihak terkait yaitu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan merekrut budayawan untuk dapat menampilkan gelaran pada spot tertentu yang strategis seperti di rest-area jalan tol.  Upaya untuk menampilkan pertunjukan seni budaya dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu live-performing ataupun pemanfaatan fasilitas Megatron.

3. Program Edukasi menyeluruh kepada masyarakat setempat terkait pentingnya keberadaan Jalan Tol dan upaya Pelestarian Lingkungan

Program Edukasi dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang informatif kepada masyarakat setempat terhadap manfaat keberadaan jalan tol serta hal apa saja yang masyarakat harus lakukan untuk menunjang kemajuan. Program Edukasi diberikan oleh Pemerintah Daerah yang bekerjasama dengan Kelurahan, Lembaga Pendidikan, Yayasan, dan Pondok Pesantren sehingga dapat menjangkau seluruh kalangan masyarakat. Bentuk Edukasi dapat dilakukan melalui Diskusi Interaktif, Seminar, Webinar, dan Talkshow.

4. Peningkatan Program CSR Perusahaan kepada masyarakat setempat sebagai feedback bisnis yang terus berkembang dengan keberadaan  Jalan Tol.

Beberapa perusahaan  pasti akan memperoleh manfaat dengan adanya pembangunan Jalan Tol baik itu dalam hal peningkatan penjualan, kemudahan logistik, sampai penurunan biaya. Pemerintah selaku regulator dapat membuat program yang berisi himbauan kepada perusahaan untuk meningkatkan kapasitas Program CSR (Corporate Social Responsibility) kepada masyarakat setempat sehingga tidak hanya akan menguntungkan Perusahaan tetapi juga masyarakat setempat dengan keberadaan Perusahaan tersebut. Diharapkan dengan Program CSR suatu Perusahaan akan menciptakan kualitas hidup masyarakat setempat yang lebih sejahtera minimalnya dalam 3 aspek kebutuhan dasar yang meliputi Sandang, Pangan, dan Papan.


5. Penciptaan Area Terbuka Hijau dengan Pemanfaatan Agribisnis Komoditas Lokal untuk meningkatkan perekonomian.

Pembangunan jalan tol akan merubah alih fungsi lahan yang akan menghilangkan beberapa area terbuka hijau. Sebagai gantinya, pembanguan jalan tol harus dilengkapi dengan penciptaan area terbuka hijau sebagai komponen pendukung keseimbangan lingkungan. Dalam hal ini Kementerian PUPR selaku regulator dan PT.Hutama Karya selaku kontraktor dapat berkoordinasi dengan menggandeng Lembaga terkait Lingkungan dan Pertanian untuk menciptakan area terbuka hijau di spot strategis yang sesuai peruntukannya. Pemanfaatan Agribisnis Komoditas lokal dapat ditempuh sebagai solusi tidak hanya untuk pelestarian lingkungan tetapi juga peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Dalam hal ini Penciptaan Area terbuka hijau sebagai prioritas utama yang harus dieksekusi untuk menjaga keselelarasan lingkungan hidup dan Penciptaan Agribisnis Komoditas Lokal sebagai Program Pendukung (Bukanlah Prioritas) karena masih banyak cara lain untuk meningkatkan perokonomian penduduk setempat selain melalui cara yang satu ini.

6. Percepatan pembangunan Infrastruktur Pendukung untuk menunjang keberadaan Jalan Tol yang telah dibangun sebagai Transit City.

Beberapa infrastruktur pendukung diantaranya hotel, SPBU, tempat wisata, toko/ruko, galeri ATM, dan lain-lain sangatlah diperlukan keberadaannya untuk menunjang keberadaan Jalan Tol yang telah dibangun. Oleh karena itu, Kementerian PUPR sebagai regulator dan PT.Hutama Karya sebagai kontraktor dapat berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mempercepat pembangunan sarana pendukung/ pelengkap setelah ruas jalan tol selesai dibangun. Tujuan jangka panjang adalah mempermudah aktivitas pengendara pengguna jalan tol serta sebagai pemantik investor yang ingin memanfaatkan peluang ekonomi dengan keberadaan jalan Tol tersebut. Tanpa adanya Infrastruktur pendukung yang tercipta maka keberadaan Jalan Tol tidak akan hidup/berkembang, oleh karena itu sudah selayaknya Pihak terkait untuk segera membangun Infrastruktur Pendukung setelah pembangunan jalan Tol telah selesai.


3.5 Tahapan/Langkah Implementasi Strategi Futuristik

1. Planning
Adalah proses menetapkan sasaran organisasi dan cara mencapainya. Dalam hal ini sasaran pengembangan Jalan Tol telah dirancang dalam program SIMPARTY yang berisi 6 dampak Sosial-Ekonomi serta 6 Strategi Futuristik untuk memanfaatkan peluang roda perekonomian dengan Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.
2. Organizing
Adalah proses pengaturan dan alokasi tugas,wewenang, dan sumberdaya untuk mencapai sasaran. Dalam hal ini Pemerintah selaku regulator dan PT.Hutama Karya selaku kontraktor menentukan tugas dan tanggung-jawabnya masing-masing serta mencari dan mengelaborasi pihak-pihak lain yang terkait sesuai kapasitas dan kompetensinya untuk mengembangkan program 6S (Six Strategy) yang telah dicanangkan

3. Actuating
Adalah proses menggerakkan orang agar termotivasi mengerjakan tugas. Dalam hal ini setelah pihak-pihak terkait ditentukan, langkah selanjutnya adalah pelaksanaan/eksekusi dari 6S (Six Strategy) dengan mempertimbangkan waktu, tempat, dan kondisi-situasi yang sesuai dan layak.
4. Controlling
Adalah proses untuk memastikan bahwa kegiatan tetap mengarah pada sasaran. Diperlukan adanya pengawasan untuk memastikan bahwa eksekusi yang dijalankan dilapangan tetap sesuai dengan sasaran dan kapasitas yang dituju tanpa adanya penyimpangan yang dapat menghambat tercapainya tujuan. Oleh karena itu, fungsi Pemerintah sangatlah diperlukan dominasinya pada tahap ini.
5. Evaluating
Adalah proses memberikan penilaian terhadap kinerja keseluruhan. Dalam hal ini apabila ke-6 strategi telah dieksekusi semuanya dan ketika pengawasan telah dilaksanakan maka langkah selanjutnya adalah memberikan penilaian terhadap hasil yang dicapai. Dengan penilaian ini akan diketahui seberapa jauh tingkat kesuksesan program, apasaja faktor yang menghambat selama eksekusi berlangsung, berapa banyak dana yang dialokasikan, apakah kondisi-situasi ketika eksekusi dijalankan memberikan dukungan maksimal, dan bagaimana kinerja pihak-pihak terkait selama eksekusi berjalan.
6. Feed Back
Setelah evaluasi dijalankan maka akan tercipta timbal balik yang harus diambil oleh Pemerintah untuk bertindak sesuai kadar hasil evaluasi untuk meningkatkan, mempertahankan, mengurangi, atau menghapus Strategi yang telah dijalankan untuk memamnfaatkan Peluang Ekononi Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan


Upaya peningkatan taraf hidup masyarakat melalui program kerja pemerintah yang integratif dan berdampak sangatlah diperlukan bagi penciptaan SDM yang unggul demi mencapai Indonesia Maju. Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera adalah salah satunya.  Jalan Tol Dengan jarak tempuh 2974 kilometer yang terdiri dari 2046 km Koridor utama dan 928 km koridor pendukung yang terbentang dari Selatan Lampung hingga Utara Aceh menjadikan Jalan Tol ini sebagai salah satu megaproyek infrastruktur terbesar di Indonesia yang menciptakan berbagai dampak Sosial-Ekonomi dan dampak Infrastruktur-Lingkungan yang luas. Dengan terciptanya dampak yang timbul dari Pembangunan Tol Trans Sumatera maka dibutuhkan Strategi Cerdas yang tidak hanya futuristik namun juga implementatif untuk meraih peluang penciptaan kemajuan roda perekonomian bangsa dimasa depan. Pencanangan beberapa strategi tanpa adanya langkah/tahapan untuk implementasi strategi menjadi sebuah ketidakpastian mencapai sukses dimasa depan. Oleh karena itu dalam Karya Tulis ini dipaparkan 6 Langkah/Tahapan untuk mengimplementasi strategi yang telah dibuat menjadi sebuah realita bukanlah wacana. Kerjasama Partisipatif, Sinergi, dan Kolaboratif dari Pemerintah selalu regulator, Perusahaan selaku Kontaktor, dan Masyarakat selaku Utilisator sangatlah diperlukan untuk memahami dampak yang ditimbulkan, merancang strategi yang direncanakan, dan mengimplementasi setiap panduan yang diberikan untuk mampu menghubungkan kebaikan demi tercapainya kemajuan bangsa dimasa kini dan nanti. Dengan advokasi #WujudkanEksekusiTolSumatera,WujudkanIndonesiaSejahtera, penulis yakin dan percaya karya tulis berjudul SIMPATRY (SIX IMPACT & SIX STRATEGY) akan mampu memberikan insight para pemangku terkait dalam menciptakan Kebijakan yang efektif terkait Cost & Benefit Analysis dari Pembangunan Tol Trans Sumatera untuk mewujudkan Suistainable Development Goals (SDGs) 2030 dan Indonesia Emas 2045.

4.2 Saran


Kerjasama kolaboratif antara Pemerintah, Perusahaan, dan Masyarakat yang tidak hanya sekadar wacana sangatlah diperlukan dalam mengimplementasi strategi futuristik dari dampak sosial-ekonomi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Beberapa Strategi Futuristik-Implementatif yang penulis canangkan diantaranya Pengembangan ekonomi masyarakat lokal melalui skema UMKM, Pengadaan Expo /Atraksi Budaya & Pentas Seni sebagai sarana peningkatan pelestarian warisan leluhur & peningkatan pendapatan  masyarakat setempat, Program Edukasi menyeluruh kepada masyarakat setempat terkait pentingnya keberadaan Jalan Tol & upaya Pelestarian Lingkungan, Peningkatan Program CSR Perusahaan kepada masyarakat setempat sebagai feedback bisnis yang terus berkembang dengan keberadaan  Jalan Tol, Penciptaan Area Terbuka Hijau dengan Pemanfaatan Agribisnis Komoditas Lokal untuk meningkatkan perekonomian, serta Percepatan pembangunan Infrastruktur Pendukung untuk menunjang keberadaan Jalan Tol yang telah dibangun sebagai Transit City. Karya Tulis ini menimbang bahwa Pemahaman akan timbulnya dampak, Penyusunan Strategi Futuristik untuk menciptakan peluang, dan Langkah/Tahapan untuk menerapkan strategi sangatlah penting karena akan menjadi insight bagi penciptaan kemajuan roda perekonomian dari pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera bagi para pemangku kepentingan. Tak lupa penelitian lebih lanjut yang menyeluruh terkait Topik ini sangatlah dibutuhkan untuk memperluas perumusan strategi cerdas dan aplicable lainnya dimasa mendatang.


                                                                 DAFTAR PUSTAKA


Detikfinance. 2020. Ditarget kelar 2024, Begini Progres Terkini Tol Trans Sumatera. https://finance.detik.com/infrastruktur/d-4910747/ditarget-kelar-2024-begini-progres-terkini-tol-trans-sumatera. Akses tangal 10/03/2020.

Info BPJT. 2013. Sejarah Jalan Tol di Indonesia. Bpjt.pu.go.id/konten/jalan- tol/sejarah. Akses tanggal 11/03/2020.

Info BPJT. 2014. Tujuan dan Manfaat Jalan Tol. Http://bpjt.pu.go.i d/konten/jalan- tol/tujuan-dan-manfaat. Akses tanggal 12/03/2020..



Kementerian PU (Perkerjaan Umum). 2018. Jalan Tol Trans Sumatera (Program dan Tantangan).

http://sibima.pu.go.id/pluginfile.php/48754/mod_resource/content/1/20180514-01 Jalan%20Tol%20Trans%20Sumatera%20%28Program%20dan%20Tantangan%29.pdf. Akses tanggal 11/03/2020.

Kementerian PU (Perkerjaan Umum). 2018.Rencana Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. http://sibima.pu.go.id/pluginfile.php/42657/mod_resource/content/1/05042018-01-Rencana%20Pembangunan%20Jalan%20Tol%20Trans%20Sumatera.pdf Akses tanggal 11/03/2020.
KPPIP (Komite Percepatan Penyedian Infrastruktur Prioritas). 2016. Proyek Prioritas 8 Ruas Jalan Tol Trans Sumatera. Https://kppip.go. id/proyek- prioritas/jalan/8-ruas-jalan-tol-trans-sumatera/. Akses tanggal 12/03/2020.
Liputan6.2020.  Jokowi Targetkan Tol Trans Sumatra Rampung pada 2024. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4184470/jokowi-targetkan-tol-trans-sumatra-rampung-pada-2024. Akses tanggal 12/03/2020.
Morissan, 2012. Metode Penelitian Survey. Jakarta: Kencana.
Musleh. 2013. Teori-teori Ketenagakerjaan. Http://Muslehgeo.blogspot. co.id/2013/06/teori-teori-ketenagakerjaan.html?m=1. Akses tanggal 11/03/2020.
Puspasari, Dewi. 2019. Tol Trans Sumatera dan Kesejahteraan Warga Sumatera.
Https://dewi puspasari.net/2019/05/30/tol-trans-sumatera-dan-kesejahteraan- warga-sumatera/. Akses tanggal 12/03/2020.


 





(Penelitian ini dilaksanakan pada Maret 2020 sebagai partisipasi pada Lomba Karya Tulis Mahasiswa rangkaian HUT ke-59 PT.Hutama Karya,Tbk)*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar